IDEN
IDEN

Perhutanan Sosial
Perhutanan Sosial - Pemotret Ghani

Perhutanan Sosial (PS) adalah program pemerintah untuk mewujudkan pengelolaan hutan lestari di kawasan hutan negara maupun hutan adat. Program ini melibatkan masyarakat setempat atau masyarakat hukum adat sebagai pelaku utama guna meningkatkan kesejahteraan, menjaga keseimbangan lingkungan, dan memperkuat dinamika sosial budaya.

KEHATI mendukung program perhutanan sosial ini melalui hibah ke mitra lembaga atau kelompok swadaya masyarakat yang memfasilitasi atau mengelola kawasan perhutanan sosial bersama masyarakat lokal. Kelompok penerima perhutanan sosial dan juga kelompok usahanya (KUPS) perlu didukung dalam kelembagaan, prosedur kerja, sumber daya manusia, anggaran, hingga bagaimana memperkuat jaringan kerja bersama berbagai pihak lain.

Akses kelola yang sampai 35 tahun juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat penerima izin atau hak. Tujuan utamanya adalah memastikan kondisi tutupan lahan semakin membaik dalam pemulihan hutan. Tantangan lainnya adalah ketersediaan atau alokasi anggaran. Minimnya alokasi anggaran akan berimplikasi terhadap operasional mengelola kawasan, penyediaan tenaga pendamping masyarakat pelaku perhutanan sosial, termasuk tenaga pendamping pemerintah dari penyuluh kehutanan.

Namun demikian, ada peluang mensinergikan pendampingan ini dengan kegiatan pendampingan masyarakat atau desa yang diselenggarakan oleh pihak atau lembaga lain. Termasuk juga menyinergikan dengan agenda-agenda nasional untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, seperti pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) atau pembangunan rendah karbon. Di samping itu juga banyak peluang untuk menyinergikan penguatan implementasi PS dengan agenda-agenda global terkait dengan isu-isu perubahan iklim yang juga selalu menyertakan agenda penguatan peran partisipasi masyarakat lokal/adat.

Terkait isu gender dan inklusi sosial, program perhutanan sosial yang KEHATI dukung juga diharapkan bersifat bagi laki-laki maupun perempuan, keterlibatan orang muda, hingga inklusif bagi kelompok marjinal dan penyandang disabilitas. Program perhutanan sosial memang tidak mudah dengan segala tantangan dan keunikan masing-masing daerah. Namun demikian juga terdapat peluang besar dengan tersedianya berbagai kebijakan, peraturan dan panduan untuk menguatkan sinergitas dan kolaborasi para pihak lintas sektor, serta berbagai inisiatif pembelajaran di tingkat tapak.