
Persoalan kedaulatan pangan merupakan persoalan multidimensial. terutama di daerah seperti Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dimana masyarakat masih menghadapi persoalan kerentanan pangan, persoalan gagal tanam/gagal panen (rendahnya produksi), baik karena krisis iklim, kondisi lahan, terbatasnya peralatan pendukung, kebijakan yang belum berpihak kepada petani kecil merupakan beberapa persoalan utama yang dihadapi petani/nelayan/peternak di Kab. Sumba Timur.
Menjawab tantangan ini, banyak inisiatif telah dikembangkan oleh banyak pihak dan lembaga. Salah satunya adalah pengembangan instrumen atau alat pengukuran kondisi, situasi sistem pangan dan derajat kedaulatan pangan yang digagas Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP). Indeks Kedaulatan Pangan (IKP) merupakan alat ukur partisipatif yang digunakan untuk melihat kondisi dan derajat kedaulatan pangan di suatu wilayah.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka yayasan Yayasan KEHATI bersama Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) melaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan alat kajian (tools) Indeks Kedaulatan Pangan (IKP), bagi perwakilan kelompok Tani, Desa Luku Kamaru, Kec. Kota Waingapu dan Kelompok Tani, Desa Tandulajangga, perwakilan tokoh Agama, Perwakilan PEMDES, pimpinan/Kepala BP3K Kec. Kota Waingapu dan KEc. NGGOA, perwakilan OPD dari BAPPEDA, BAPELITBANGDA, DPMD Kab.Sumba Timur dan staf yayasan Koppesda sebagai lembaga Implementing Program di Kab. Sumba Timur.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Kang Ayip (Said Abdullah) Koordinator Nasional KRKP dan mbak Iim Manshur, selaku perwakilan dari Yayasan KEHATI.
Pembukaan Kegiatan dilakukan oleh pak Christian UH Katundiang kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Sumba Timur yang mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh NGO/LSM yang berada di Kab. Sumba Timur, dimana kegiatan-kegiatan tersebut bersinergi dengan Program kegiatan yang dilakukan oleh PEMDA, antara lain program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) yang merupakan program kolaborasi antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Pada kegiatan pelatihan ini, tim Fasilitator sekaligus memperkenalkan flatform digital dashboard Nusantarafoodbiodiversity.org. platform digital ini dikembangkan untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan informasi tentang pangan lokal Indonesia. Dokumentasi ini menjadi strategi penting dalam mempertahankan kekayaan hayati pangan, memperkuat identitas budaya, serta mendukung upaya advokasi berbasis bukti.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 3 hari, dimana pada tanggal 11-12/07/2025, kegiatan dilakukan di Kantor Yayasan KOPPESDA, dilanjutkan dengan kegiatan praktek pengumpulan data dengan menggunakan tools IKP di Desa Luku Kamaru, pada tanggal 13/07/2025 (hari minggu sore).
Terima Kasih atas Dukungan Yayasan Kehati Biodiversity dan KRKP, Salam Daulat Pangan.
© 2025 All Right Reserved